FIRE HEROES: Api Digital dalam Genggaman

20 04 2009

Sebuah foto maupun ilustrasi digital tercipta dari kumpulan ribuan bahkan jutaan pixel dengan parameter tertentu yang bersinergi. Semakin kita mengenal dan memahami sifat pixel, semakin mudah pula kita memanipulasi sebuah foto dan ilustrasi digital tersebut.

Pada saat pihak creative membawa konsep “Fire Heroes” ini untuk di eksekusi, saya sempat bingung bagaimana cara membuat api sedramatis itu. Sempat berpikir untuk menggunakan software 3D. Namun, karena keterbatasan waktu, akhirnya solusi yang paling masuk akal adalah mengeksekusinya dengan Adobe Photoshop. Beberapa orang dari pihak creative sempat meragukannya. Namun, akhirnya saya mampu meyakinkan mereka, terlebih setelah melihat hasilnya.

Referensi

Image

Agar dapat mengetahui bagaimana karakter api ketika tertangkap lensa kamera, saya mencari referensi. Hal ini penting, terutama sebagai bahan acuan agar kita tetap pada jalur yang benar. Berikut ini tersaji beberapa referensi yang sempat saya kumpulkan, beberapa dari sejumlah film super hero yang berkaitan dengan api, seperti Fantastic Four, Ghost Rider, dan lain-lain.

Kerja Sama

Image

Begitu referensi telah tersaji, foto yang akan kita manipulasi pun sudah tersedia. Kini kita siapkan “korek digital” kita (baca: Adobe Photoshop) karena kita akan membuat apinya sekarang. Sebelumnya kita persiapkan gambar yang akan kita manipulasi. Perlu diperhatikan lighting atau cahaya yang menimpa si obyek model. Pada kesempatan kali ini, saya bekerja sama dengan fotografer agar lighting yang jatuh pada model sesuai dengan arah cahaya “api” yang akan ber­ada di tangannya.

Pentingnya Lighting

Image

Perhatikan gambar di samping kiri. Bulatan itu adalah sketsa dasar untuk “api” yang akan kita buat dan akan berada disana. Oleh karena itu, lighting yang kita perlukan juga harus sesuai dengan arah lighting api yang akan kita buat. Lighting yang tepat akan membuat efek api semakin realistik. Oleh karena itulah, kita harus bekerja sama dengan fotografer. Apabila kita sendiri yang memotretnya, usahakan agar memikirkan dulu konsep bagaimana gambar kita nanti agar kita bisa membuat lighting yang tepat untuk diolah lebih lanjut.

Workshop: Membuat Api Digital

Ada beberapa langkah yang saya buat dalam membuat api ini. Sebenarnya langkah-langkah berikut ini merupakan satu dari ratusan cara. Jadi, teruslah bereksplorasi! Dalam hal ini, saya membuat gambar ini untuk kepentingan iklan cetak sehingga untuk mendapatkan hasil yang optimal, saya menggunakan ukuran file yang lumayan besar yaitu 3328 x 6000 pixel dengan resolusi 240 pixels / inch dan mode warna CMYK.

Image

01. Siapkan file gambar yang akan dimanipulasi. Lighting yang tercipta pada model sengaja dibuat seolah ada sesuatu yang menyala di­ atas tangannya, sehingga punggung ta­ngan menjadi gelap. Lighting yang sudah sesuai seperti ini akan sa­ngat mempermudah dalam memanipulasi gambar.

Image

02. Aturlah (adjust) warna gambar agar yang tadinya kebiruan menjadi lebih “panas”. Hal ini agar skin tone model menyatu dengan api yang akan kita buat. Buat layer baru diatas layer gambar dan beri warna kuning kemerahan ( c=0 m=7 y=100 k=0). Berikan blending mode “color” dan opacity = 25%.

Image

03. Untuk menampilkan efek “panas”, buatlah adjustment   layer baru dan pilihlah Curve. Berikan value sesuai keinginan, yang pasti tujuan akhirnya agar memberikan lebih banyak warna hangat ke gambar. Oleh karena itu isilah:

Channel CMYK         :  Output =56 , Input = 46,
Channel Magenta     :  Output =68 , Input = 34,
Channel Magenta     :  Output =68 , Input = 33,

Channel yang lain tidak perlu diubah agar mempertahankan shadow yang sudah tampil bagus dan yang paling penting,       jangan sampai hilang detailnya.

Image

04. Terlihat di sini skin tone sudah terlihat merah/ kekuning­an. Namun, agar semakin dramatis, kita perlu menambah kontrasnya agar bagian yang gelap menjadi benar-benar gelap. Dengan sedikit mengangkat midtone, langsung saja buat adjustment layer “levels” di atas curve yang tadi sudah kita buat. Carilah value output/ input yang ideal agar gambar terlihat lebih kontras. Di levels gunakan value :

Shadow input level = 10, midtone input level = 1.57, highligts input level = 255, shadow output level = 0, higlight output level = 255.

Disarankan untuk mengatur layer sedemikian rupa agar memudahkan kita mengeditnya. Manfaatkan fasilitas “group layer” yang terdapat pada Adobe Photoshop. Beri nama tiap group atau layer tersebut dengan nama yang unik agar ketika kita membuka file tersebut dan akan mengolahnya lebih lanjut, kita tidak mengalami kebingungan sekaligus menghemat waktu dalam mengerjakan artwork.

Image

05. Setelah selesai dengan adjustment warna, kita bisa langsung membuat api digital. Dalam membuatnya tidak banyak memakai efek dari Photoshop, hanya beberapa tools yang sangat standar. Tahap pertama, buat layer baru di atas group layer “color” tadi. Buat lingkaran dengan eliptical marquee tool sambil menekan tombol shift. Beri warna merah tua, kira kira C=19, M=94, Y=93, K=38.

Image

06. Gunakan eraser tools dengan opacity 50% untuk membuat garis-garis melingkar seperti di atas. Buat garis-garis tersebut secara tidak beraturan. Jangan ragu untuk membentuk lengkungan dan lingkaran yang makin membesar. Bagi yang menggunakan pen tablet hal ini tidak masalah. Namun, untuk yang menggunakan mouse dalam membuat bentuk lingkaran yang ideal memang terasa sangat susah. Untuk mengakalinya, tahanlah nafas pada saat menggoreskan brush.

Image

07. Selanjutnya, berikan efek “Gaussian Blur”. Untuk radiusnya tergantung resolusi yang Anda gunakan. Sedikit saran, berikan radius 21.4 pada lingkaran tadi. Apabila menggunakan resolusi berbeda dengan radius yang sama, akan menghasilkan efek yang jauh berbeda. Gunakan perasaan Anda pada saat mengaplikasikan efek blur ini. Aplikasikan hingga garis tegas yang terdapat pada lingkaran tersebut hilang.

Image

08. Buatlah sebuah seleksi dengan “Marquee Tool” pada lingkaran. Tidak perlu membuat bulatan yang presisi,  karena langkah ini hanya memberikan ruang di sekitar bola api tadi. Setelah itu, pilih “Menu | Filter | Liquify”. Dengan menyeleksi hanya pada bagian gambar bola api dan memberi filter, otomatis hanya daerah tersebut yang akan tampil dalam window  Liquify. Hal ini memudahkan pekerjaan sekaligus membuat kinerja sistem PC dan Photoshop menjadi lebih cepat.

Image

09. Setelah muncul window “Filter Liquify”, gunakan Forward Warp Tool(W) untuk membuatlah semacam duri duri kecil di sekitar bola api. Saya menggunakan parameter brush:

Brush Size = 88, Brush Density = 50, Brush pressure = 100

Agar memudahkan manipulasi bola api jangan lupa aktifkan “Show Backdrop” dan pilih parameter Use = layer model, Mode = Behind, Opacity = 100. Dengan parameter seperti ini, gambar model yang ada di layer paling bawah akan terlihat sehingga akan memudahkan kita membuat lidah api.

Image

10. Dengan ukuran brush yang lebih kecil, buatlah lidah api yang kecil disekitar lidah api besar tersebut. Perlu kesabaran dan ketelatenan agar dapat membuat lidah api yang optimal. Selama pengerjaan lidah api ini, jangan lupa untuk tetap mencari dan melihat referensi. Hal ini agar kita lebih memahami karakter jilatan api yang sebenarnya.  Sebenarnya pada langkah ini, kita masih belum mendekati bentuk jilatan api yang sebenarnya. Langkah ini hanya membuat dasar bentuknya saja.

Image

11. Masih di window filter Liquify, gunakan imajinasi Anda untuk “merusak” jilatan-jilatan api statis yang tadi kita buat. Gunakan parameter brush yang sama seperti tadi, namun dengan ukuran brush 46 point. Gerakkan mouse ke kiri dan ke­kanan pada beberapa bagian untuk membuat efek “blur”. Untuk bagian yang tajam, klik bagian tersebut sambil tetap menekan mouse. Gerakkan mouse ke atas-bawah atau ke kiri-kanan secara perlahan. Gunakan radius yang sangat kecil sekali agar tidak merusak bentuk lidah api yang sudah optimal.

Image

12. Lakukan “perusakan” tersebut pada bagian lain hingga semua bagian terkena. Jangan terburu-buru dalam melakukan pengolahan. Gunakan beberapa ukuran brush, seperti 30, 40, 60, 80, dan 130. Brush berukuran paling besar di gunakan untuk menciptakan efek blur pada sekitar lidah api. Berhubung pembuatan digital imaging ini cukup panjang, maka akan dilanjut di CHIP edisi bulan depan.


Aksi

Information

One response

22 04 2009
sidikl27

mangtabssss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: