Kiat Memulai Usaha

20 04 2009

Kiat Memulai Usaha

1.  START WITH A DREAM
Mulailah  dengan  sebuah  mimpi.  Semua  bermula  dari  sebuah  mimpi  dan
yakinkan  akan  produk  yang  akan  kita  tawarkan.  A  dream  is  where  it  all
started  :  Pemimpilah  yang  selalu  menciptakan  dan  membuat  sebuah
terobosan  dalam  produk,  cara  pelayanan,  jasa,  ataupun  ide  yang  dapat
dijual  dengan  sukses.  Mereka  tidak  mengenal  batas  dan  keterikatan,  tak
mengenal kata “tidak bisa” ataupun “tidak mungkin”.
2.  LOVE THE PRODUCTS OR SERVICES
Cintailah  Produk  Anda.  Kecintaan  akan  produk  kita  akan  memberikan
sebuah  keyakinan  pada  pelanggan  kita  dan  membuat  kerja  keras  terasa
ringan. Membuat kita mampu melewati masa-masa sulit. Enthusiastism and
Persistence  :  Antusiasme  dan  keuletan  sebagai  pertanda  cinta  dan
keyakinan akan menjadi  tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang
baru.
3.  LEARN THE BASICS OF BUSINESS
Pelajarilah  fundamental business. BEYOND THE  “BUY LOW, SELL HIGH,
PAY LATE, COLLECT EARLY”: Tidak akan ada sukses  tanpa ada sebuah
pengetahuan dasar untuk business  yang baik, belajar sambil bekerja,  turut
kerja dahulu selama 1-2  tahun untuk dapat mempelajari dasar-dasar usaha
akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik. Carilah Guru yang baik.
4.  WILLING TO TAKE CALCULATED RISKS
Ambillah  resiko.  The  Gaint  that  u  will  be  able  to  achieve  is  directly
proportional to the risk taken : Berani mengambil resiko yang diperhitungkan
merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai
akan proporsional  terhadap  resiko  yang akan diambil. Sebuah  resiko  yang
diperhitungkan  dengan  baik-baik  akan  lebih  banyak  memberikan
kemungkinan  berhasil.  Dan  inilah  faktor  penentu  yang  membedakan
“entrepreneur” dengan “manager”. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada
tahap  awal  pengembangan  perusahaan,  dan  manager  dibutuhkan  akan
mengatur perusahaan yang telah maju.
5.  SEEK ADVICE, BUT FOLLOW YOUR BELIEF
Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata-kata kita. Consult Consultants,
ask the experts, but follow your hearts. Entrepreneur selalu mencari nasehat
dari berbagai pihak  tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat
diputuskan  dengan  indera  ke  enam-nya.  Komunikasi  yang  baik  dan
kepiawaian  menjual.  Pada  fase  awal  sebuah  usaha,  kepiawaian  menjual
merupakan  kunci  suksesnya.  Dan  kemampuan  untuk  memahami  dan
menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan
usaha pada fase itu.
6.  WORK HARD, 7 DAY A WEEK, 18 HOURS A DAY
Kerja  keras.  Etos  kerja  keras  sering  dianggap  sebagai  mimpi  kuno  dan
seharusnya  diganti,  tapi  hard-work  and  smart-work  tidaklah  dapat
dipisahkan  lagi  sekarang.  Hampir  semua  successful  start-up  butuh
workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat
tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bussinessnya. Melamunkan dan

7.  MAKE FRIENDS AS MUCH AS POSSIBLE
Bertemanlah  sebanyak  banyaknya.  Pada  harga  dan  kwalitas  yang  sama
orang membeli dari  temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan
tetap membeli dari  teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha
kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.
8.  DEAL WITH FAILURES
Hadapi  kegagalan.  Kegagalan  merupakan  sebuah  vitamin  untuk
menguatkan  dan mempertajam  intuisi  dan  kemampuan  kita  berwirausaha,
selama  kegagalan  itu  tidak  “mematikan”.  Setiap  usaha  selalu  akan
mempunyai  resiko  kegagalan  dan  bila mana  itu  sampai  terjadi,  bersiaplah
dan hadapilah !
9.  JUST DO IT, NOW!
Lakukanlah sekarang  juga. Bila anda  telah siap,  lakukanlah sekarang  juga.
Manager selalu melakukan READY-AIM-SHOOT,  tetapi entrepreneur sejati
akan melakukan READY-SHOOT-AIM  !  Putuskan  dan  kerjakan  sekarang,
karena besok bukanlah milik kita.

Kunci Sukses Usaha

William A. Ward pernah berkata, “Ada empat langkah mencapai sukses,
yakni perencanaan yang tepat, persiapan yang matang, pelaksanaan yang baik,
dan  tidak  mudah  menyerah.”  Gunakan  falsafah  Ward  ini  agar  sukses.
Perinciannya sebagai berikut :
•  Ikuti perkembangan jaman
Bergabunglah dalam organisasi yang berkaitan dengan bisnis Anda. Banyak
membaca  dan  gali  informasi  sebanyak  mungkin.  Internet  akan  banyak
membantu Anda.
•  Buat rencana keuangan
Catat  semua  pemasukan  dan  pengeluaran  setiap  harinya.  Buat  target
jangka  pendek  dan  jangka  panjang.  Jangan  pernah menyerahkan  kondisi
keuangan pada nasib. Perhitungkan dengan matang.
•  Perkirakan aliran uang tunai
Anda harus bisa memperkirakan aliran uang tunai, paling tidak tiga bulan ke
depan. Jangan membuat anggarkan pengeluaran yang lebih besar dari itu.
•  Bentuk  dewan  penasehat  atau  cari  tenaga  ahli,  untuk memberi  ide,  saran
atau kritik terhadap Anda dan produk yang ditawarkan
Mereka bisa berupa teman-teman atau anggota keluarga yang dipercaya.
•  Jaga keseimbangan antara kerja, santai, dan keluarga
Tak perlu ngoyo,  karena  sesuatu  yang  dikerjakan  dengan  ngoyo,  hasilnya
tak akan maksimal. Lagi pula, badan dan otak butuh istirahat.
•  Kembangkan jaringan (network)
Tak  ada  salahnya  berkenalan  dan  bergaul  dengan  orang-orang  yang
berhubungan  atau  bisa mendukung  bisnis Anda. Siapa  tahu  ada  ide  yang
bisa digali.
•  Disiplin/motivasi
Aspek  terberat  dalam  menjalankan  usaha  sendiri  adalah  disiplin  atau
motivasi  untuk  bekerja  secara  teratur. Untuk mengatasinya,  buatlah  daftar

apa  saja  yang  harus  dikerjakan  hari  ini  dan  esok.  Tentukan  target  yang
harus dicapai dalam minggu ini.
•  Selalu waspada dan siap
Rajin-rajin  melakukan  evaluasi  terhadap  pasar,  produk  dan  sistem
pemasaran. Kalau  perlu,  ubah  cara  kerja  agar  lebih  efisien. Perbaiki  cara
pemasaran atau kualitas produk.
•  Cintai pekerjaan Anda
Bagaimana  akan  sukses,  jika  Anda  tak  punya  “sense  of  belongin”  pada
pekerjaan dan produk yang dihasilkan. Cintai pekerjaan dan produksi sendiri,
dan uang akan mengikuti Anda.
•  Jangan mudah menyerah
Para pengusaha sukses pun pernah mengalami kegagalan. Jika ingin cepat
berhasil,  segeralah  bangkit  dan  belajar  dari  kegagalan.  Jangan  bersedih
terlalu lama, apalagi menyerah.

Strategi Meraih Kemenangan

Apakah  Anda  selalu  menganggap  diri  sendiri  sebagai  seorang
pecundang ? Cara mengatasinya, belajarlah menjadi pemenang seperti  impian
Anda.  Jika  Anda  punya  kekuatan  untuk menang,  Anda  dapat mencapai  karir
dan mimpi-mimpi Anda selama ini. Berikut tipsnya :
a.  Kekuatan untuk menang berasal dari pikiran Anda sendiri
Teddy Roosevelt, mantan presiden AS, berujar, “Seluruh sumber daya yang
kita  perlukan  ada  dipikiran.”  Anda  telah  memiliki  segala  yang  diperlukan
untuk jadi seorang pemenang.
b.  Yakinlah pada diri Anda
Tanpa  kegagalan,  Anda  harus  yakin  bahwa  Anda  dapat mencapai  tujuan
dalam  hidup  ini.  Jika  tak  yakin  memilikinya,  maka  Anda  tidak  akan
mencapainya.
c.  Ketahuilah sesuatu yang membuat Anda bahagia
Jika  Anda  adalah  orang  yang  senang  berada  di  tengah  orang  banyak
sementara  Anda  bekerja  di  sebuah  gudang  penyimpanan,  silahkan  Anda
memikirkan kembali pilihan karir Anda.
d.  Evaluasi talenta Anda dengan jujur
Jika Anda tidak tahu kekuatan dan hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan,
Anda mungkin saja salah menilai pekerjaan yang tepat untuk Anda. Mungkin
saja  Anda  yakin  memiliki  kemampuan  untuk  melayani  konsumen  dengan
baik, tapi bos dan mitra kerja menilai Anda butuh berlatih lagi.
e.  Jangan biarkan latar belakang menentukan masa depan Anda
Jika  pengalaman  kerja  Anda  tidak  terlalu  mulus,  jangan  biarkan  hal  ini
mempengaruhi prospek karir Anda. Bila Anda telah memiliki tujuan, fokuslah
pada  hal  ini.  Jangan  terpaku  pada  sindroma  “saya  ini  orang malang”  jika
tidak berhasil mencapai sukses.
f.  Ikuti teknik visualisasi cepat ini : gambarkan diri Anda tengah berlari dengan
tim sepak bola
Bayangkan   gawang  adalah  tujuan  karir  atau  keinginan  pribadi  Anda.
Bayangkan pula diri Anda yang berhasil menggolkan bola ke gawang lawan.

g.  Kekuatan untuk menang adalah di tangan Anda
Tidak ada seorang pun yang dapat menyerahkan kesuksesan itu pada Anda.
Andalah  yang  harus  mewujudkan  itu.  Melakukan  sesuatu  adalah  satu-
satunya cara untuk mencapai tujuan.

Tipe Wirausaha

Menjadi wirausahawan mandiri
Untuk menjadi  seorang wirausahawan mandiri, berbagai  jenis modal mesti
dimiliki.  Ada 3 jenis modal utama yang menjadi syarat :
•  Sumber  daya  internal,  yang  merupakan  bagian  dari  pribadi  calon
wirausahawan  misalnya  kepintaran,  ketrampilan,  kemampuan
menganalisa dan menghitung risiko, keberanian atau visi jauh ke depan.
•  Sumber  daya  eksternal,  misalnya  uang  yang  cukup  untuk  membiayai
modal usaha dan modal kerja, social network dan  jalur demand/supply,
dan lain sebagainya.
•  Faktor  X,  misalnya  kesempatan  dan  keberuntungan.  Seorang  calon
usahawan  harus  menghitung  dengan  seksama  apakah  ke-3  sumber
daya ini ia miliki sebagai modal. Jika faktor-faktor itu dimilikinya, maka ia
akan merasa optimis dan  keputusan untuk membuat mimpi  itu menjadi
tunas-tunas  kenyataan  sebagai  wirausahawan  mandiri  boleh  mulai
dipertimbangkan.
Mencari mitra dengan “mimpi”  serupa
Jika 1 atau 2 jenis sumber daya tidak dimiliki, seorang calon wirausahawan
bisa  mencari  partner/rekanan  untuk  membuat  mimpi-mimpi  itu  jadi
kenyataan.  Rekanan yang ideal adalah rekanan yang memiliki sumber daya
yang  tidak  dimilikinya  sendiri  sehingga  ada  keseimbangan  “modal/sumber
daya”  di  antara  mereka.  Umumnya  kerabat  dan  teman  dekatlah  yang
dijadikan  prospective  partner  yang  utama  sebelum  mempertimbangkan
pihak lainnya, seperti beberapa jenis institusi finansial diantaranya bank.
Pilihan  jenis  mitra  memiliki  resiko  tersendiri.  Resiko  terbesar  yang  harus
dihadapi  ketika  berpartner  dengan  teman  dekat  adalah  dipertaruhkannya
persahabatan  demi  bisnis.  Tidak  sedikit  keputusan  bisnis  mesti  dibuat
dengan  profesionalisme  tinggi  dan  menyebabkan  persahabatan  menjadi
retak atau bahkan rusak. Jenis mitra bisnis lainnya adalah anggota keluarga,
risiko  yang  dihadapi  tidak  banyak  berbeda  dengan  teman  dekat. Namun,
bukan berarti bermitra dengan mereka tidak dapat dilakukan. Satu hal yang
penting  adalah memperhitungkan  dan membicarakan  semua  risiko  secara
terbuka sebelum kerjasama bisnis dimulai sehingga  jika konflik  tidak dapat
dihindarkan,  maka  sudah  terbayang  bagaimana  cara  menyelesaikannya
sejak dini sebelum merusak bisnis itu sendiri.

Mitra  bisnis  lain  yang  lebih  netral  adalah  bank  atau  institusi  keuanganlainnya  terutama  jika modal menjadi masalah  utama. Pinjaman  pada  bankdinilai  lebih  aman  karena  bank  bisa membantu  kita melihat  secara makroapakah  bisnis  kita  itu  akan  mengalami  hambatan.  Bank  yang  baik  wajibmelakukan  inspeksi dan memeriksa studi kelayakan  (feasibility study) yangkita  ajukan. Penolakan  dari  bank  dengan  alasan  “tidak  feasible”  bisa
merupakan feedback yang baik, apalagi jika kita bisa mendiskusikan dengan
bagian  kredit  bank  mengenai  elemen  apa  saja  yang  dinilai  “tidak
feasible”. Bank  juga  bisa membantu  kita  untuk memantau  kegiatan  usaha
setiap  tahun  dan  jika  memang  ada  kesulitan  di  dalam  perusahaan,  bank
akan  mempertimbangkan  untuk  tidak  meneruskan  pinjamannya.  Ini
merupakan “warning” dan kontrol yang bisa menyadarkan kita untuk segera
berbenah.   Wirausahawan  yang  “memaksakan”  bank  untuk  memberi
pinjaman  tanpa  studi  kelayakan  yang  obyektif  dan  benar  akhirnya  sering
mengalami masalah yang lebih parah. Agunan (jaminan) disita, perusahaan
tidak  jalan,  dan  hilanglah  harapan  untuk  membuat  mimpi  indah  menjadi
kenyataan. Kejadian  seperti  ini  sudah  sangat  sering  terjadi,  dalam  skala
kecil  maupun  skala  nasional.  Pinjaman  seringkali  melanggar  perhitungan
normal  yang  semestinya  diterapkan  oleh  bank  sehingga  ketika  situasi
ekonomi  tidak mendukung, sendi perekonomian mikro dan makro pun  turut
terbawa jatuh.
Menjual mimpi itu kepada wirausahawan lain (pemilik modal)
Jika teman atau kerabat yang bisa diajak bekerjasama tidak tersedia (entah
karena  kita  lebih  menghargai  hubungan  kekerabatan  atau  persahabatan
atau karena memang mereka tidak dalam posisi untuk membantu) dan tidak
ada  agunan  yang  bisa  dijadikan  jaminan  untuk memulai  usaha  anda,  ada
cara  lain yang  lebih drastis, yaitu menjual  ide atau mimpi  indah  itu kepada
pemilik  modal. Kesepakatan  mengenai  bagaimana  bentuk  kerjasama  bisa
dilakukan antara si pemilik modal dan penjual  ide. Bisa saja pemilik modal
yang  memodali  dan  penjual  ide  yang  menjalankan  usaha  itu,  bisa  juga
penjual  ide  hanya  menjual  idenya  dan  tidak  lagi  terlibat  dalam  usaha
itu. Jalan  ini  biasanya  diambil  sesudah  cara  lainnya  tidak  lagi
memungkinkan  sedangkan  ide  yang  kita  miliki  memang  sangat  layak
diperhitungkan.
Ketiga  cara  di  atas  selayaknya  dipikirkan  sebelum  seseorang  mengambil
keputusan  untuk  menjadi  wirausahawan. Tanpa  pemikiran  mendalam,
pengalaman pahit akan menjadi makanan kita. Banyak usaha yang akhirnya
gulung tikar sebelum berkembang. Contohnya, pada tahun 1998, penduduk
Jakarta  tentu  masih  ingat  akan  trend  “kafe  tenda”  sebagai  reaksi  atas
Pemutusan Hubungan  Kerja  (PHK)  yang  saat  itu  banyak  terjadi. Tiba-tiba
saja  banyak  mantan  karyawan  perusahaan  beralih  profesi  menjadi
wirausahawan.  Bahkan  usaha  tersebut  ramai-ramai  diikuti  oleh  pula  oleh
para  selebritis. Trend  ini  tidak  mampu  bertahan  lama. Banyak  “usaha
dadakan”  ini  terpaksa gulung  tikar. Entah kemana para wirausahawan baru
kita ini akhirnya menggantungkan nasibnya sekarang.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: