Mempercepat Kinerja Windows

20 04 2009

Apabila PC sudah begitu lama digunakan, Anda harus membersihkannya. Sampah-sampah PC harus dibuang untuk mengatasi “kemacetan” sistem sehingga Windows bisa kembali memiliki kinerja yang top.

Saat komputer baru di-install sistem operasi, kinerjanya tentu sangat bagus. Komputer dapat ber­jalan cepat dan program bisa langsung terbuka. Demikian juga dengan koneksi Internet. Setelah beberapa bulan digunakan, proses booting terasa lama, window tidak lang­sung terbuka, dan komputer sering crash. Hal ini tidak boleh berlangsung terus-menerus. CHIP akan menunjukkan 10 hal yang dapat mempercepat kinerja Windows.

Image

1. Membersihkan Hard Disk

Seiring berjalannya waktu, hard disk menyimpan banyak sampah. Isinya tidak hanya video dan MP3. File-file yang tidak jelas asal-usulnya, seperti temporary file dan sampah-sampah lainnya turut “meng­inap” di dalamnya. Hasilnya, kapasitas hard disk menyusut. Proses backup atau defragment juga menjadi semakin lama. Memang, semua sampah tersebut dapat dibersihkan. Namun, tidak semudah yang Anda bayangkan karena sampah-sampah ini menyebar dan harus dicari satu per satu. Untuk itu, Anda dapat menggunakan program khusus seperti HDCleaner. Tool ini akan mencari data, file DLL, dan link yang tidak diperlukan dalam hard disk lalu menghapusnya.

Beginilah cara untuk membersihkannya. Konfigurasikan semua option dalam area “Clean Hard Drive | Choose Hard disk”. Pilih semua drive. Selanjutnya, pada “Clean Hard Drive | Start”, pilih “List found files after scan” dan klik “Scan Now”. Tidak lama window akan menampilkan semua file yang ditemukan. Kirim file-file ini ke Recycle Bin dan kosongkan Recycle Bin. Jika Anda ingin mencari  file-file duplikat, sebaiknya Anda batasi pencariannya. Anda bisa mengatur tool ini untuk mencari file berdasarkan nama atau ukuran tertentu.

Setelah menghapus file DLL yang kurang penting dan link-link yang mati, guna­kan tool JKDefrag (www.emro.nl/freeware). Program ini akan men-defrag hard disk. Aplikasi ini tidak perlu di-install. Anda cukup menjalankan file EXE. Pilih “General | Analyze, defragment and fast optimization”. Pilih checkbox di samping “Select Drive” dan klik tombol “Start”.

2. Membersihkan Racun dari Komputer

Apabila PC terkena virus dan trojan, bia­sanya komputer berjalan sangat lambat. Penyusup ini akan mengirim info ke Internet tanpa diminta, memblokir Internet, dan menghabiskan resource PC. Tentu saja penyebab kemacetan ini harus dibuang dari sistem. Langkah pertama adalah selalu menggunakan antivirus yang up-to-date. Melakukan update setiap hari menjadi sebuah keharusan. Untuk itu, gunakan tool SpyBot Search&Destroy (www.safer-networking.org). Tool ini akan mencari malware dan spyware dan dapat dijadikan  pelengkap antivirus yang hanya membersihkan virus dan trojan.
Saat di-install, program akan menyimpan sebuah backup registry. File ini berguna untuk proses recovery dalam kondisi darurat. Jalankan proses pemeriksaan dengan mengklik “Check for Problems” dan tunggu apakah tool menemukan sesuatu di PC. Jika ditemukan, hapus de­ngan mengklik “Fix Selected Problems”.
Namun, hati-hati menggunakan tool ini. Sebaiknya matikan fungsi Auto Start pada SpyBot dan aktifkan secara manual saja. Jika tidak, tool akan menampilkan pesan bahwa sistem telah berubah. Proses ini akan memperlambat kerja komputer. Setting ini dapat diubah melalui menu “Modes | Advanced Modes | Settings | Settings | Automations”.

Image

LEBIH CEPAT TANPA MALWARE  – Tool SpyBot Search&Destroy melindungi Internet Explorer dan Firefox dari para penyusup.

3. Membersihkan Folder Startup

Saat Windows mulai berjalan, memang lebih nyaman apabila program seperti e-mail client, messenger, dan browser ikut terbuka. Namun, dengan keadaan seperti itu, proses booting menjadi lebih lama. Oleh sebab itu, program-program yang tidak dibutuhkan sebaiknya dibersihkan dari folder Startup. Semakin sedikit tool yang dijalankan, semakin cepat Windows terbuka.
Aplikasi AutoRuns (www.microsoft.com) akan membuat daftar dari semua program yang di-load saat booting. Namun hati-hati, nonaktifkan hanya program-program yang memang tidak diperlukan pada saat booting. Misalnya, Skype yang dapat dijalankan secara manual saja. Sebaliknya, program Explorer.exe yang juga muncul dalam AutoRun sebaiknya tidak disentuh. Aplikasi yang sangat memperlambat sistem seperti Word, Photoshop Elements, Adobe Reader, iTunes, atau Nero ShowTime Real Player 10.5 Gold, sebaiknya dihapus dari Startup. Program-program berat ini lebih baik Anda jalankan sendiri.

4. Mengoptimalkan Software

Terlalu banyak koki, adonan kue pun bisa tidak jadi. Hal ini juga berlaku bagi software. Semakin banyak program yang di-install, sistem menjadi semakin repot. Semakin dalam program terikat dengan Windows, semakin besar resource yang digunakan. Penggunaan tools portabel yang sebenarnya dirancang untuk USB flash disk merupakan sebuah solusi agar kinerja komputer lebih cepat. Tools ini tidak membutuhkan instalasi. Apabila shortcut untuk tool ini disimpan pada menu “Start” ataupun “Quick Launch”, Kinerjanya bisa secepat program yang di-install secara normal.

Website http://www.portableapps.com menawarkan sederetan tool yang bermanfaat dan tidak membebani komputer Anda. Sebagai contoh, program Gimp merupakan alternatif yang baik untuk mengedit gambar. Jadi, Anda tidak perlu lagi meng­install paket GTK Toolkit yang besar untuk meng-install editor foto ini.

Foxit Reader (www.foxitsoftware.com) memang tidak portabel. Namun, ukurannya jauh lebih ramping dari program sejenisnya. Saat diuji, program ini mengalahkan PDF Viewer dari Adobe dalam hal kinerja. Saat melakukan scroll­ing pada sebuah ebook, program alternatif ini hanya membutuhkan 10 persen dari kinerja prosesor dan sekitar 5 MB RAM. Sementara itu, program Adobe membutuhkan sampai 50 persen kinerja dan menyedot sekitar 20 MB RAM.

Image

ALTERNATIF YANG RAMPING – Foxit Reader dapat membuka PDF dengan cepat daripada Adobe Reader dan menawarkan sebuah fungsi praktis untuk memberikan komentar pada dokumen.

5. Mengaktualkan Program

Software yang di-update akan mendapatkan fungsi baru dan berjalan lebih cepat. Manfaat lainnya, lubang-lubang kea­man­an dapat teratasi. Oleh sebab itu, sebaik­nya selalu update program dengan versi yang terbaru. Kini, banyak aplikasi yang menawarkan fungsi update otomatis.

Untuk itu, tersedia tool UpdateStar (www.updatestar.com). Program ini akan mencari semua sofware pada PC. Selanjutnya, tool ini akan menunjukkan versi program yang ada pada komputer Anda. Dengan mengklik tombol “Download”, Anda akan dibawa ke website produsen untuk men-download driver terbarunya. Sama seperti tool lainnya, sebaiknya nonaktifkan fungsi auto start tool ini melalui “Settings | Other | Launch at Windows Startup” dan cari update secara manual. Apabila tidak, tool ini akan selalu menampilkan pesan.

Image

SELALU AKTUAL – UpdateStar akan membuat daftar semua program yang belum di-update pada komputer. Update akan di-download dengan mudah melalui link.

6. Membuang Software Yang Tidak Diperlukan

Versi trial program foto Anda sudah lama kadaluarsa dan freeware untuk mengedit musik tidak lagi digunakan pada komputer. Sebaiknya, program-program ini dihapus saja dari komputer. Software yang tidak diperlukan ini hanya akan membebani komputer.

Langkah pertama adalah membuang software yang tidak diperlukan melalui Control Panel. Sayangnya, masih ada program-program yang tidak dilengkapi de­ngan fungsi uninstall yang baik sehingga tidak mau dihapus dari komputer. Dari tes yang dilakukan, Revo Uninstaller (www.revouninstaller.com) merupakan tool uninstall yang lebih baik dari Windows. Tool ini menampilkan semua program yang ter-install dan membuang program-program yang “keras kepala” dengan mengklik-kanan icon program atau melalui tombol “uninstall”. Setelah itu, Revo akan mencari software yang masih tertinggal pada PC. Namun hati-hati, periksa apa saja yang dihapus oleh program ini. Jika bukan termasuk program yang tidak dibutuhkan, sebaik­nya jangan dihapus.

Apabila Revo tidak berhasil juga, folder instalasi program harus dihapus secara manual. Pastikan sebelumnya bahwa program tidak terdapat dalam foder Startup. Jika ada, hapus program tersebut beserta seluruh folder program. Terakhir, Anda masih perlu membersihkan registry dari sampah-sampah yang tidak diperlukan, seperti yang dijelaskan sebelumnya.

7. Merapikan Registry

Windows akan mengenali semua program yang ter-install dengan menyimpan data di registry. Apabila program dihapus, ideal­nya sistem menghapus registry-nya dari database. Namun, terkadang en­try ini harus dihapus secara manual agar registry menjadi lebih ramping. Artinya, sistem menjadi lebih bersih dan terhindar dari crash. Langkah ini dapat dilakukan de­ngan tool CCleaner (www.ccleaner.com).
Setelah menjalankan program ini, klik “Registry”, aktifkan semua option dari menu “Registry Integrity”, dan lanjutkan de­ngan mengklik “Scan for Issues”. Program akan menampilkan semua entry yang tidak diperlukan. Hapus entry dari registry dengan mengklik “Fix selected issues”. Tool ini juga dapat memberikan sedikit penjelasan mengenai masalah yang ditemukan beserta alasan mengapa harus dihapus.

Image

KOMPUTER LEBIH RAPI
CCleaner akan mencari semua yang tidak diperlukan dan membersihkan registry dari entry program yang tidak terbuang selu­ruhnya.

8 Merampingkan Huruf

Kartu selamat ulang tahun harus terlihat menarik sehingga Anda bisa meng-install jenis huruf (font) baru. Walaupun berukuran kecil, file-file huruf akan bertambah besar apabila sering di-install sehingga memperlambat startup sistem. Anda perlu melakukan pembersihan. Langkah terbaik adalah dengan membuat CD backup yang menyimpan semua jenis huruf.
Langkah menghapusnya sebagai berikut. Coba lihat-lihat huruf yang tersimpan dalam folder “C:\WINDOWS\Fonts”. Anda dapat melihat preview-nya dengan mengklik ganda. Lebih cepat apabila menggunakan tool Opcion Font Viewer (http://opcion.sourceforge.net). Tool ini akan menampilkan semua huruf secara cepat. Untuk menghapus huruf, tarik huruf ke Recycle Bin.

TIPS KECIL: Sebaiknya selalu periksa folder “Font”. Beberapa program bisa menambahkan jenis huruf saat di-install. Walaupun programnya sudah di-uninstall, tetapi huruf masih tetap tersimpan.

9 Mempercepat Media Player

Untuk melihat klip di Internet atau mendengar musik di komputer lokal, dibutuhkan sebuah multimedia player. Media Player yang menjadi standar Windows biasanya tidak memadai karena klip yang banyak beredar di Internet tersedia dalam format MOV atau streaming Real Player yang tidak dapat diputar dengan “Microsoft Jukebox” ini. Oleh sebab itu, pengguna akan meng-install QuickTime dan Real Player. Kedua tool ini kurang begitu memuaskan dalam hal kinerja maupun keamanannya, terutama player dari Apple yang sangat tidak aman apabila berjalan di PC Windows. Namun, sekarang tersedia tool yang ramping dengan kinerja bagus untuk melakukan tugas-tugas ini. Anda dapat menemukan QuickTime Alternative dan Real Alternative pada http://www.codecpackguide.com. Praktisnya, instalasi Real Alternative akan membuang Real yang asli dari PC Anda. Anda juga bisa mengganti Windows Media Player dengan Media Player Classic (www.sourceforge.net). Di sini, tidak diperlukan sebuah instalasi, cukup dengan menjalankan file EXE untuk menonton film atau mendengar musik.

Kebanyakan komputer biasanya berjalan sedikit lambat apabila memutar video resolusi tinggi, tidak peduli seberapa hemat resource yang digunakan. Sebuah trik kecil dapat membantu, tetapi harus dilakukan secara hati-hati, yaitu mematikan antivirus. Jadi, antivirus tidak melakukan scan untuk mencari virus pada file yang besar ini sehingga kinerja CPU akan lebih cepat.

Namun, perhatikan agar PC tidak terkoneksi ke Internet. Idealnya, PC tidak terhubung ke jaringan dengan mencabut kabelnya atau mematikan WLAN-Modem sehingga film dapat berjalan mulus. Sebelum Anda terhubung ke Internet lagi, ja­ngan lupa untuk mengaktifkan antivirus.

Image
ALTERNATIF LEBIH CEPAT – Media Player Classic berjalan lebih cepat daripada Windows Media Player dan menawarkan feature yang tidak kalah dari aslinya.

10. Memeriksa Driver

Driver merupakan masalah klasik. Scanner yang dibeli dari toko komputer terkadang tetap tidak berfungsi walaupun sudah meng-install lima driver yang berbeda. Tidak jarang pengguna lupa untuk membuang driver tersebut, walaupun sudah meng-install versi yang baru. Memang, akibatnya tidak berdampak signifikan pada kinerja sistem, tetapi semakin lama membuat Windows berjalan lebih lambat. Untuk mengatasinya, lakukan cara berikut:
Buka menu “Control Panel | System | Advanced | Environment Variables | Sys­tem Variables” dan berikan sebuah variabel baru dengan value “1” dan dengan nama “devmgr_show_nonpresent_devices”. Konfirmasikan entry ini dengan “OK” dan buka Device Manager. Ubah “View” agar Windows juga menampilkan hidden device. Semua driver yang tidak diperlukan lagi akan ditampilkan setengah transparan. Namun, perhatikan agar tidak meng­hapus driver USB hard disk atau digital kamera yang tidak terhubung. Informasi mengenai masing-masing driver dapat dilihat melalui “Settings” dengan mengklik kanan device. Untuk melancarkan kinerja sistem, hapus driver tersebut dengan mengklik “Uninstall”. Hal ini akan membuat komputer berjalan lebih cepat.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: